Harga Pabrik

Your cart

0 item(s) Rp. 0
  • Your shopping cart is empty!

Login / Register
Sign in Or Register
Forgot Your Password?

Pelanggan Baru?

Daftar dengan Mudah dan Gratis!

  • Faster checkout
  • Save multiple shipping addresses
  • View and track orders and more
Membuat Akun
9 Ruang Lingkup penerapan GMP
  • Beranda
  • Artikel
  • 9 Ruang Lingkup penerapan GMP

Kategori


  • Seafood
  • Daging dan Ayam
  • Makanan Olahan
  • Bumbu dan Sambal
  • Minuman
  • Sayur Beku
  • Beras

Produk Terbaru


«
»

9 Ruang Lingkup penerapan GMP

ditulis Oleh : galih Tanggal : 18 Oct 2022 1 Comment

Hargapabrik.id - GMP diatur dalam Suart Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 23/MEN.KES/SKJI/1978 tentang Pedoman Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) dan peraturan Menteri Pertanian Nomor: 35/Permentan/OT.140/2008 tentang persyaratan dan penerapan cara pengolahan hasil pertanian asal tumbuhan yang baik (Good Manufacturing Practices). Kajian terhadap aspek GMP meliputi lingkungan, bangunan produksi, fasilitas, kebersihan dan kesehatan, pemeriksaan bahan baku dan produk akhir, penanganan limbah dan penyimpanan.

 

 Baca juga : Pengertian Good Manufacturing Practice (GMP)

 

1. Lingkungan sarana pengolahan dan lokasi

Lingkungan sarana pengolahan pangan harus terawat dengan baik, serta bersih dari sampah. Di samping itu, limbahnya harus dikelola dengan baik dan terkendali, serta harus adanya sistem saluran pembuangan air yang lancar. Untuk hal lokasi, dianjurkan terletak di bagian perifer kota, atau tidak berada di lokasi padat penduduk. Lokasinya juga sebaiknya tidak menimbulkan gangguan pencemaran lingkungan, tidak berada dekat industri logam atau kimia, serta bebas banjir dan polisi asap atau kontaminasi udara lainnya.

 

2. Bangunan dan Fasilitas Unit Usaha

Bangunan tempat pengelolaan pangan harus didesain sesuai alur prosesnya. Lebih baik bila cukup luas agar bisa dibersihkan secara intensif. Bangunan tersebut juga harus memiliki ruang bersih dan kotor yang terpisah, disertai lantai dan dinding terbuat dari bahan kedap air namun kuat serta mudah dibersihkan.

Untuk fasilitas, yang diperlukan adalah penerangan yang cukup, ventilasi yang memadai untuk masuknya udara segar, dan tempat pencucian tangan yang dilengkapi sabun serta pengering tangan. Tempat tersebut juga perlu memiliki gudang yang mudah dibersihkan, terjaga dari hama, dan sirkulasi udara yang bagus.

 

3. Peralatan pengolahan

Sangat dianjurkan menggunakan alat yang terbuat dari bahan non-toksik (tidak beracun), bila digunakan untuk kontak langsung dengan produk. Alat tersebut juga harus tidak mudah korosif, mudah dibersihkan dan mudah perawatannya. Alat-alat tersebut juga harus disusun sesuai dengan alur proses.

 

4. Fasilitas dan kegiatan sanitasi

Sanitasi dibutuhkan untuk menjamin kebersihan baik peralatan yang kontak langsung dengan produk, ruang pengolahan serta ruang lainnya, sehingga produk bebas dari cemaran biologis, fisik dan kimia. Program sanitasi meliputi jenis peralatan dan ruang yang harus dibersihkan, pelaksana dan penanggung jawab, serta cara pemantauan dan dokumentasi. Fasilitas lainnya adalah ketersediaan higiene karyawan, pasokan air yang mencukupi kebutuhan proses produksi serta untuk minum, dan pembuangan air limbah dengan desain yang tak mencemari.

 

5. Sistem pengendalian hama

Dalam pengendalian hama, dapat dilakukan pencegahan dengan sanitasi yang baik, pengawasan atas barang/bahan yang masuk, dan penerapan/praktik higienis yang baik. Sementara, pencegahan masuknya hama dapat dengan penutupan lubang dan saluran tempat hama masuk, memasang kawat kasa di jendela dan ventilasi, serta mencegah hewan berkeliaran di lokasi unit usaha.

 

 Baca juga : Jenis GMP atau CPB di Indonesia

 

6. Kebersihan karyawan

Berikan juga pelatihan higiene bagi karyawan, diikuti peraturan yang lengkap dengan petunjuk, peringatan, larangan, dll. Seluruh karyawan yang berhubungan dengan proses produksi menjalani pemeriksaan rutin (minimal enam bulan satu kali), tidak diperbolehkan melakukan kebiasaan yang beresiko meningkatkan kontaminasi terhadap produk seperti: bersandar pada peralatan, mengusap muka, meludah sembarangan serta memakai arloji dan perhiasan selama proses produksi berlangsung, mengenakan pakaian kerja dan perlengkapannya, wajib menutup luka dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

 

7. Pengendalian proses

Dalam pengolahan pangan dengan GMP, harus ada proses pengendalian yang dibagi tiga tahap. Pertama, pengendalian pra-produksi yang menetapkan persyaratan bahan baku, komposisi bahan, cara pengolahan bahan baku, persyaratan distribusi, dan penggunaan produk sebelum konsumsi.

Tahap kedua, pengendalian saat proses produksi yang meliputi prosedur yang telah diterapkan, dipantau dan diperlukan lagi. Diikuti tahap ketiga, pengendalian pasca produksi yang diikuti beberapa poin keterangan seperti jumlah bahan, bagan alur proses, jenis, ukuran, jenis produk pangan, keterangan lengkap produk, penyimpanan produk, hingga distribusi produk yang harus didesain khusus.

 

8. Manajemen pengawasan

Yang butuh pengawasan adalah jalannya proses produksi, pencegahan terhadap penyimpangan yang menurunkan mutu dan keamanan produk. Pengawasan adalah kegiatan yang butuh proses rutin dan dikembangkan agar produksi efektif dan efisien.

 

9. Pencatatan dan dokumentasi

Catatan berisi proses pengolahan termasuk tanggal produksi dan kadaluarsanya. Bersamaan dengan itu, dokumen yang baik akan meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk. Demikianlah pemahaman sederhana tentang GMP atau CPMB, semoga dapat memotivasi para pekerja industri pangan untuk bisa mengelola lahannya sendiri dengan baik dan sesuai standar.

Tujuannya tentu hasil yang terbaik secara berkelanjutan dan disukai konsumen. Begitu konsumen sudah menyukainya, maka akan menguntungkan perusahaan itu sendiri karena kepercayaan khalayak yang terus meningkat.

 

 Baca juga : Manfaat Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP)

Leave your comment

Name

Comment
Note: HTML is not translated!

LEAVE A COMMENT

Artikel Terbaru


«
»
Pemeliharaanya dan Nilai Tradisional yang Tetap Bertahan
Pemeliharaanya dan Nilai Tradisional yang Tetap Bertahan
22 Jan 2026

Peran Penting dan Nilainya dalam Sistem Pangan Modern
Peran Penting dan Nilainya dalam Sistem Pangan Modern
22 Jan 2026

Ayam Pedaging sebagai Sumber Protein Utama
Ayam Pedaging sebagai Sumber Protein Utama
22 Jan 2026

Peran Ayam dalam Kehidupan Manusia hingga Kini
Peran Ayam dalam Kehidupan Manusia hingga Kini
22 Jan 2026

Alasan Mengapa Beras Cokelat Semakin Diminati
Alasan Mengapa Beras Cokelat Semakin Diminati
22 Jan 2026

Beras Organik: Maknanya bagi Kesehatan serta Lingkungan
Beras Organik: Maknanya bagi Kesehatan serta Lingkungan
22 Jan 2026

Perannya dalam Pola Makan Sehat Masa Kini
Perannya dalam Pola Makan Sehat Masa Kini
22 Jan 2026

Aroma Khas yang menjadi pilihan favorit
Aroma Khas yang menjadi pilihan favorit
22 Jan 2026

Beras Shirataki: Alasan Mengapa Menjadi Pilihan Diet Modern
Beras Shirataki: Alasan Mengapa Menjadi Pilihan Diet Modern
21 Jan 2026

Nilai Gizi yang Tersembunyi di Balik Warnanya
Nilai Gizi yang Tersembunyi di Balik Warnanya
21 Jan 2026


Harga Pabrik

Merupakan brand yang dimiliki PT Aneka Niaga Indonesia (ANI) yang menjual produk untuk diperdagangkan kembali..

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Tips
  • Feed
  • Cara Membuat Tips
  • Cara Membuat Feed
  • Cara Order Produk
  • Cara Pembayaran Order
  • Cara Pengiriman

© 2022 Aneka Niaga Indonesia. All Rights Reserved.

Penjual

  • Registrasi
  • Login
  • Profil Pabrik
  • Cara Registrasi
  • Cara login
  • Cara Penjualan
  • Cara Pengiriman
Pembeli

  • Registrasi
  • Login
  • Cara Registrasi
  • Cara Login
  • Cara Order Produk
  • Cara Pembayaran Order

Customer Service

Gedung Menara Hijau Lt. 6, Jakarta Selatan, Indonesia

Tel: +62-21-7985951 / E-mail: cs@hargapabrik.id

Shopping Center

Tel: +62-21-7985951 / Hotline: +62-21-7985951

E-mail: info@hargapabrik.id


Show More Show Less

Keranjang Belanja Berhasil ditambahkan