Harga Pabrik

Your cart

0 item(s) Rp. 0
  • Your shopping cart is empty!

Login / Register
Sign in Or Register
Forgot Your Password?

Pelanggan Baru?

Daftar dengan Mudah dan Gratis!

  • Faster checkout
  • Save multiple shipping addresses
  • View and track orders and more
Membuat Akun
Asal Muasal Cabai Asli Nusantara
  • Beranda
  • Artikel
  • Asal Muasal Cabai Asli Nusantara

Kategori


  • Seafood
  • Daging dan Ayam
  • Makanan Olahan
  • Bumbu dan Sambal
  • Minuman
  • Sayur Beku
  • Beras

Produk Terbaru


«
»

Asal Muasal Cabai Asli Nusantara

ditulis Oleh : gerry Tanggal : 25 Apr 2022 1 Comment

www.warunghijau.com - Rasa pedas sangat familier di lidah masyarakat Indonesia. Hamper semua daerah di endonesia mempunai cirikhas masakan yang pedas dengan bumbu dasar cabai, bahkan cabai sendiri di masarakat Indonesia di gunakan sebagai salah satu ramuan obat. Adi dari fakta-fakta tersebut yang di temukan terbukti masyarakat Indonesia pecinta pedas.

Baca juga : Sambal Bawang Samsia Terbuat dari cabe asli

Cabai yang selama ini jadi salah satu bahan utama pencipta rasa pedas tersebut berasal dari tanaman genus Capsicum. Cabai memiliki berbagai jenis di antaranya cabai rawit (Capsicum frutescens), cabai merah dan cabai keriting (Capsicum annum L) serta cabai hijau (Capsicum annum var. annuum).

Nenek moyang masyarakat Indonesia tidak mengenal cabai seperti yang kita kenal sekarang. Cabai yang kita gunakan saat ini bukanlah tanaman asli Indonesia. Mulanya berasal dari Benua Amerika dan dibawa masuk pada abad ke-16 oleh para pelaut Portugis dan Spanyol ke Asia Tenggara. Leluhur kita juga dikenal membubuhkan cita rasa pedas dalam kulinernya, namun tidak menggunakan cabai rawit, cabai keriting, dan sejenisnya. Mereka menggunakan Cabya. Bukan hanya namanya yang berbeda, bentuk dan jenis tanaman cabai pada saat itu juga sangatlah berbeda.

Cabya sendiri merujuk kepada Piper retrofractum vahl, jenis tanaman dari genus lada dan sirih-sirihan yang punya sifat sebagai rempah pedas untuk mengolah makanan. Mengingat pada masa kuno tanaman ini banyak tumbuh di wilayah Jawa, pada masa lalu orang-orang Jawa menyebutnya cabya/cabe jawa atau lombok.

Sekilas cabya sama dengan cabe yang saat ini kita kenal yang memiliki warna hijau ketika muda, dan berwarna merah ketika matang. Namun berbeda dengan cabai pada umumnya yang memiliki permukaan yang licin, cabya memiliki tekstur berbintik yang unik. Malah mirip tekstur di buah stroberi.

Baca juga : 8 Manfaat Cabai yang Tak Diketahui

Cabya telah disebut-sebut dalam beberapa prasasti dan naskah kuno di Jawa dari abad ke-10. “Merujuk pada Kamus Jawa Kuna - Indonesia dari Zoetmulder dan Robson (1997) serta riset arkeologis Timbul Haryono dalam Inventarisasi Makanan dan Minuman dalam Sumber-Sumber Arkeologi Tertulis (1997), kata cabya telah disebut-sebut dalam beberapa prasasti dan naskah kuno di Jawa dari abad ke-10 M”.

Ketika Capsicum terus dibudidayakan secara massif di Nusantara, popularitas cabya jawa akhirnya menurun. Adapun lada masih bertahan sebagai pecitarasa pedas masakan. Masyarakat Nusantara sendiri umumnya lebih memilih menyukai Capsicum ketimbang lada dengan alasan lebih nyaman di mulut dan lambung.

Atas dasar perubahan selera inilah cabai lantas naik statusnya menjadi bahan pemedas primadona baru di Nusantara. Popularitas cabya memang meredup pada abad ke-16. Namun masyarakat Nusantara menyebut Capsicum dengan nama cabai/cabe yang merupakan pelafalan atas nama kunonya, cabya.

Cabya masuk dalam kategori tanaman langka dan pemanfaatannya di Jawa bergeser sebatas sebagai herbal atau sebagai bahan jamu saja. Cabya atau cabai jawa kini dikenal sebagai salah satu bahan pembuatan jamu yang dipercaya dapat menyembuhkan demam, beri-beri, anemia, sakit kepala, dan penyakit lainnya.

Cabya sendiri dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter dari permukaan laut (dpl), dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm per tahun. Tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk budidaya cabai jamu. Tanaman itu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering berbatu. Keberadaan tanggul batu di pematang tegalan dapat dijadikan media merambatnya cabai jamu secara alami.

Bagi masyarakat Indonesia yang sangat suka dengan citarasa pedas, sangat penting sekali kita mengenal lebih dalam asal muasal citarasa pedas yang masyarakat nusantara miliki turun temurun, mari kita berbagi ilmu dan pengetahuan dengan share, like dan komen kritik dan saran di komom komentar.

Baca juga : 6 Langkah Menanam Cabai yang Efektif

Leave your comment

Name

Comment
Note: HTML is not translated!

LEAVE A COMMENT

Artikel Terbaru


«
»
Pemeliharaanya dan Nilai Tradisional yang Tetap Bertahan
Pemeliharaanya dan Nilai Tradisional yang Tetap Bertahan
22 Jan 2026

Peran Penting dan Nilainya dalam Sistem Pangan Modern
Peran Penting dan Nilainya dalam Sistem Pangan Modern
22 Jan 2026

Ayam Pedaging sebagai Sumber Protein Utama
Ayam Pedaging sebagai Sumber Protein Utama
22 Jan 2026

Peran Ayam dalam Kehidupan Manusia hingga Kini
Peran Ayam dalam Kehidupan Manusia hingga Kini
22 Jan 2026

Alasan Mengapa Beras Cokelat Semakin Diminati
Alasan Mengapa Beras Cokelat Semakin Diminati
22 Jan 2026

Beras Organik: Maknanya bagi Kesehatan serta Lingkungan
Beras Organik: Maknanya bagi Kesehatan serta Lingkungan
22 Jan 2026

Perannya dalam Pola Makan Sehat Masa Kini
Perannya dalam Pola Makan Sehat Masa Kini
22 Jan 2026

Aroma Khas yang menjadi pilihan favorit
Aroma Khas yang menjadi pilihan favorit
22 Jan 2026

Beras Shirataki: Alasan Mengapa Menjadi Pilihan Diet Modern
Beras Shirataki: Alasan Mengapa Menjadi Pilihan Diet Modern
21 Jan 2026

Nilai Gizi yang Tersembunyi di Balik Warnanya
Nilai Gizi yang Tersembunyi di Balik Warnanya
21 Jan 2026


Harga Pabrik

Merupakan brand yang dimiliki PT Aneka Niaga Indonesia (ANI) yang menjual produk untuk diperdagangkan kembali..

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Tips
  • Feed
  • Cara Membuat Tips
  • Cara Membuat Feed
  • Cara Order Produk
  • Cara Pembayaran Order
  • Cara Pengiriman

© 2022 Aneka Niaga Indonesia. All Rights Reserved.

Penjual

  • Registrasi
  • Login
  • Profil Pabrik
  • Cara Registrasi
  • Cara login
  • Cara Penjualan
  • Cara Pengiriman
Pembeli

  • Registrasi
  • Login
  • Cara Registrasi
  • Cara Login
  • Cara Order Produk
  • Cara Pembayaran Order

Customer Service

Gedung Menara Hijau Lt. 6, Jakarta Selatan, Indonesia

Tel: +62-21-7985951 / E-mail: cs@hargapabrik.id

Shopping Center

Tel: +62-21-7985951 / Hotline: +62-21-7985951

E-mail: info@hargapabrik.id


Show More Show Less

Keranjang Belanja Berhasil ditambahkan